Archive for June, 2011

June 24, 2011

Peringatan Isra’ Mi’raj

Bulan Rajab, bulan yang dihormati manusia. Bulan ini termasuk bulan haram (Asyhurul Hurum). Banyak cara manusia menghormati bulan ini, ada yang menyembelih hewan, ada yang melakukan sholat khusus Rajab dan lain-lainnya.

Di bulan ini juga, sebagian kaum muslimin memperingati satu peristiwa yang sangat luar biasa, peristiwa perjalanan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dari Makkah ke Baitul Maqdis, kemudian ke sidratul muntaha menghadap Pencipta alam semesta dan Pemeliharanya. Itulah peristiwa Isra’ dan Mi’raj.

 

Peristiwa ini tidak akan dilupakan kaum muslimin, karena perintah sholat lima waktu sehari semalam diberikan oleh Allah pada saat Isra’ dan Mi’raj. Tiang agama ini tidak akan lepas dari peristiwa Isra’ dan Mi’raj Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam .

 

Akan tetapi, haruskah peristiwa itu diperingati? Apakah peringatan Isra’ mi’raj yang dilakukan kaum ini merupakan hal yang baik ataukah satu hal yang merusak agama? Simaklah pembahasan kali ini, mudah-mudahan Allah memberikan kemudahan kepada kita untuk memahaminya dan menerima kebenaran.

read more »

Advertisements
June 15, 2011

Dan Bermekarlah Kuncup-kuncup Bunga Keimanan

Dengan bismillah mesra, kami semburkan tinta ini untuk hati yang tengah gundah dan gulana. Semoga Alloh meridhoi dan menjadikan kami dan anda sebagai orang yang ikhlas dalam beramal. Pula, semoga dengan hitam diatas putih ini adalah saksi agar kami dapat menatap wajah-Nya kelak di Surga, sebuah negeri penuh cinta.

 

Sahabat,  begitu sering kegalauan jiwa menginangi hati. Jadilah hati itu gundah. Gelisah pun secara perlahan mendominasi hingga pikiran jernih tak lagi diraih. Telah tiba musim jenuh yang memalaskan raga untuk peragakan amal shalih, mendiamkan hati agar tak terpaut dengan Allah, dan membisukan lisan agar tak semburatkan sejuta kebaikan.

Kapankah datang musim semi yang menghadiahkan pucuk-pucuk keimanan bagi dahan jiwa?

Kapankah bertandang musim hujan yang menunaskan rumput-rumput ketakwaan?

Tenanglah sahabat. Kepadamu, dari sudut beranda kalbu, kami bisikkan semilir untaian kata bahwa hanya karena Alloh lah kami mencintaimu. Sehingga tak pelak kami goreskan tinta ini untuk kami dan untukmu.

Pun kiranya tak perlu banyak kata untuk membuatmu menjauhi tulisan ini, dan tak perlu pula sajak bintang berirama indah untuk membuatmu punah dari gundah. Tapi di tulisan ini, kami berharap ada banyak rasa yang akan membuatmu jadi permatanya. Maka tetaplah disini. Buka mata dan hati. Tersenyumlah, karena senyummu adalah begitu indah sejukkan hati.

read more »

June 10, 2011

Teori Orientalis yang Telah Usang

 

At Tauhid edisi VII/24

Oleh: Ginanjar Indrajati

Suatu hal yang mengagetkan ketika penulis membaca salah satu artikel Ulil Abshar Abdalla [pentolan Jaringan Islam Liberal] yang menyinggung teori Projecting Back (proyeksi ke belakang). Teori ini mula-mula dikembangkan oleh orientalis asal Hongaria, Ignaz Goldziher, yang kemudian diteruskan muridnya, Joseph Schact (asal Jerman). Teori ini dikemukakan untuk meruntuhkan metode sanad (rantai periwayatan) hadits yang telah disusun dengan baik oleh para ulama Islam.

Dalam teori ini, terdapat anggapan bahwa sanad-sanad hadits yang tersebar saat ini adalah buatan para ahli fikih sendiri untuk melegitimasi pendapat fikihnya, yang dilakukan dengan cara memproyeksikannya ke belakang, yaitu dengan menyandarkannya kepada Nabi, atau tokoh-tokoh di belakang mereka. Pemikirannya ini, dilambungkan dalam dua buku Schacht yang mengguncang dunia, The Origins of Muhammadan Jurisprudence (1950) dan An Introduction to Islamic Law (1964).

Kita tidak memungkiri adanya hadits-hadits palsu. Oleh karena itu, para ulama menyusun ilmu musthalah hadits untuk menyeleksi hadits-hadits tersebut. Dari situ, kita pun mengenal istilah hadits shahihdhaif (lemah), maudhu’ (palsu) dari hasil penelitian mereka. Namun, apakah hadits-hadits yang tersebar di masa kini “semuanya” adalah rekasaya para ahli fikih di masa lalu? Konsekuensinya, Jika semua hadits adalah rekasaya ahli fikih, berarti ibadah shalat, zakat, puasa, haji, dan amalan-amalan sunnah adalah rekasa. Artinya, Islam adalah agama rekasa. Inilah konsekuensi logis dari teori berbahaya ini.

read more »