Archive for February, 2011

February 17, 2011

Ahmadiyah Kelompok Pengekor Nabi Palsu

Apa Itu Ahmadiyah ?

Ahmadiyah adalah gerakan yang lahir pada tahun 1900M, yang dibentuk oleh pemerintah kolonial Inggris di India. Didirikan untuk menjauhkan kaum muslimin dari agama Islam dan dari kewajiban jihad dengan gambaran/bentuk khusus, sehingga tidak lagi melakukan perlawanan terhadap penjajahan dengan nama Islam. Gerakan ini dibangun oleh Mirza Ghulam Ahmad Al-Qadiyani. Corong gerakan ini adalah “Majalah Al-Adyan” yang diterbitkan dengan bahasa Inggris.

Siapakah Mirza Ghulam Ahmad ?

Mirza Ghulam Ahmad hidup pada tahun 1839-1908M. Dia dilahirkan di desa Qadian, di wilayah Punjab, India tahun 1839M. Dia tumbuh dari keluarga yang terkenal suka khianat kepada agama dan negara. Begitulah dia tumbuh, mengabdi kepada penjajahan dan senantiasa mentaatinya. Ketika dia mengangkat dirinya menjadi nabi, kaum muslimin bergabung menyibukkan diri dengannya sehingga mengalihkan perhatian dari jihad melawan penjajahan Inggris. Oleh pengikutnya dia dikenal sebagai orang yang suka menghasut/berbohong, banyak penyakit, dan pecandu narkotik.

Pemerintah Inggris banyak berbuat baik kepada mereka. Sehingga dia dan pengikutnya pun memperlihatkan loyalitas kepada pemerintah Inggris.

Di antara yang melawan dakwah Mirza Ghulam Ahmad adalah Syaikh Abdul Wafa’, seorang pemimpin Jami’ah Ahlul Hadits di India. Beliau mendebat dan mematahkan hujjah Mirza Ghulam Ahmad, menyingkap keburukan yang disembunyikannya, kekufuran serta penyimpangan pengakuannya.

read more »

Advertisements
February 13, 2011

Mencintai Ahlul Bait

At Tauhid edisi VII/07

Oleh: Yulian Purnama

Ahlul bait memang memiliki nasab/garis keturunan yang mulia. Kalau mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya, maka wajib dicintai oleh setiap muslim, meskipun belum diketahui bagaimana akhir hidupnya kelak…

Siapakah Ahlul Bait?

Ada beberapa pendapat para ulama mengenai siapa yang dimaksud ahlul bait Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Namun, perlu digarisbawahi disini bahwa orang-orang yang termasuk ahlul bait itu ditentukan berdasarkan dalil. Pendapat yang lebih kuat, yang dimaksud ahlul bait adalah para istri beliau, anak dan cucu beliau, serta seluruh kaum muslimin yang termasuk Bani Hasyim. Penjelasannya sebagai berikut:

[1] Istri-istri beliau. Hal ini didasari oleh firman Allah Ta’ala, yaitu ketika Allah Ta’ala menasehati istri-istri Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, Allah berfirman (yang artinya):

إنَّمَا يُرِيدُ اللهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ البَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا

Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (QS. Al Ahzab: 33). Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad menjelaskan:

فإنَّ هذه الآيةَ تدلُّ على دخولِهنَّ حتماً؛ لأنَّ سياقَ الآيات قبلها وبعدها خطابٌ لهنَّ

“Ayat ini dengan tegas menunjukkan bahwa istri-istri Nabi termasuk ahlul bait. Karena konteks ayat ini, kalau dilihat sebelum dan sesudahnya, ditujukan kepada mereka.”

Pendapat ini juga diperkuat oleh hadits Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, yaitu salah satu bacaan shalawat yang diajarkan Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam :

اللَّهمَّ صلِّ على محمَّدٍ وعلى أهل بيته وعلى أزواجِه وذريَّتِه، كما صلَّيتَ على آل إبراهيم إنَّك حميدٌ مجيدٌ، وبارِك على محمَّدٍ وعلى أهل بيته وعلى أزواجِه وذريَّتِه، كما بارَكتَ على آل إبراهيم إنَّك حميدٌ مجيد

Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan kepada ahlul-bait nya, juga kepada istri-istrinya serta anak-cucunya. Sebagaimana shalawat yang telah Engkau berikan kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia” (HR. Ahmad, dishahihkan Al Albani). Dengan demikian tidak benar sikap sebagian orang di zaman ini yang mengaku keturunan Nabi Shallallahu’alahi Wasallam namun tidak memasukkan para istri Nabi ke dalam golongan ahlul Bait, bahkan mencela para Istri Nabi dan mengkafirkan mereka. Allahul musta’an.

[2] Anak dan cucu-cucu beliau, salah satu dalilnya adalah hadits shalawat Nabi yang kami bawakan sebelumnya.

[3] Setiap muslim yang termasuk keturunan Hasyim bin Abdul Manaf (Bani Haysim). Hasyim bin Abdul Manaf adalah kakek buyut Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, beliau hanya memiliki satu anak yaitu Abdul Muthallib (kakek Rasulullah). Bani Hasyim termasuk kalangan ahlul bait didasari oleh beberapa dalil diantaranya kisah ketika keponakan beliau, Abdul Muthallib bin Rabi’ah bin Al Harits bin Abdul Muthallib bersama sepupu beliau, Al Fadhl bin Abbas datang kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam untuk meminta izin menggunakan harta zakat untuk dipergunakan sebagai mahar pernikahan mereka. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam lalu bersabda:

إنَّ الصَّدقة لا تنبغي لآل محمد؛ إنَّما هي أوساخُ الناس

Sesungguhnya zakat tidak boleh diberikan kepada keluarga Muhammad, karena bagi keluarga Muhammad zakat adalah kotoran manusia” (HR. Muslim). Kemudian Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam memerintahkan mereka untuk menikah, namun maharnya diambil dari khumus (seperlima dari harta hasil rampasan perang).

read more »

February 11, 2011

Hukum Islam tentang Perayaan Valentine Days

Menyorot Perayaan Valentine’s Day

Cinta adalah sebuah kata yang indah dan mempesona yang hingga sekarang belum ada yang bisa mendefinisikan kata cinta itu sendiri. Meskipun demikian setiap insan yang memiliki hati dan pikiran yang normal tahu apa itu cinta dan bagaimana rasanya. Maha suci Dzat Yang telah menciptakan cinta.

Jika kita berbicara tentang cinta, maka secara hakikat kita akan berbicara tentang kasih sayang; jika kita berbicara tentang kasih sayang, maka akan terbetik dalam benak kita akan suatu hari yang setiap tahunnya dirayakan, hari yang selalu dinanti-nantikan oleh orang-orang yang dimabuk cinta, dan hari yang merupakan momen terpenting bagipara pemuja nafsu.

Sejenak membuka lembaran sejarah kehidupan manusia, maka disana ada suatu kisah yang konon kabarnya adalah tonggak sejarah asal mula diadakannya hari yang dinanti-nantikan itu. Tentunya para pembaca sudah bisa menebak hari yang kami maksud. Hari itu tak lain dan tak bukan adalah “Valentine Days” (Hari Kasih Sayang?).

read more »