Archive for July, 2010

July 31, 2010

Hukum Menyatakan Cinta

Pertanyaan :

Bagaimana hukumnya jika seorang wanita atau laki2 mengaku bahwa jatuh cinta kepada orang tersebut?

jawaban dari Abu Achmed Abdillah Al-Atsary insya Allah membawa kebaikan bagi kita yang mungkin ada yang belum paham. Wallahu a’lam.

read more »

Advertisements
July 31, 2010

Apakah Ilmu Kita Telah Bermanfaat..?

Oleh: Ustadz Abu Ahmad Said Yai, Lc.

Bertahun-tahun sudah kita luangkan waktu kita untuk menuntut ilmu. Suka duka yang dirasakan juga begitu banyak. Mengingat masa lalu terkadang membuat kita tersenyum, tertawa dan terkadang membuat kita menangis. Inilah kehidupan yang harus kita jalani. Kehidupan sebagai seorang thalibul’ilmi.

Akan tetapi, mungkin kita sering melupakan, apakah ilmu yang kita dapatkan adalah ilmu yang bermanfaat ataukah sebaliknya.

Penulis teringat sebuah hadist yang diriwayatkan oleh seorang sahabat yang bernama Zaid bin Arqam bahwa Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam pernah berkata,

(اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَهَا )

Artinya : “Ya Allah. Sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyuk, dari jiwa yang tidak pernah merasa kenyang dan dari doa yang tidak dikabulkan.” (HR Muslim No. 6906 dan yang lainnya dengan lafaz-lafaz yang mirip)

read more »

July 30, 2010

10 Kiat Tegar Menghadapi Cobaan

Mengarungi kehidupan pasti seseorang akan mengalami pasang surut. Kadang seseorang mendapatkan nikmat dan kadang pula mendapatkan musibah atau cobaan. Semuanya datang silih berganti. Kewajiban kita adalah bersabar ketika mendapati musibah dan bersyukur ketika mendapatkan nikmat Allah. Berikut adalah beberapa kiat yang bisa memudahkan seseorang dalam menghadapi setiap ujian dan cobaan.

Pertama: Mengimani takdir ilahi

Setiap menghadapi cobaan hendaklah seseorang tahu bahwa setiap yang Allah takdirkan sejak 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi pastilah terjadi. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.”[1]

Beriman kepada takdir, inilah landasan kebaikan dan akan membuat seseorang semakin ridho dengan setiap cobaan. Ibnul Qayyim mengatakan, “Landasan setiap kebaikan adalah jika engkau tahu bahwa setiap yang Allah kehendaki pasti terjadi dan setiap yang tidak Allah kehendaki tidak akan terjadi.” [2]

read more »

July 30, 2010

Seputar Hukum Puasa Ramadhan

At Tauhid edisi VI/31

Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal

Telah kita ketahui bersama bahwa puasa Ramadhan adalah bagian dari rukun Islam, sehingga bangunan Islam pun bisa tegak dengan adanya salah satu rukun ini. Bukti wajibnya puasa disebutkan dalam firman Allah (yang artinya), “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah: 183). Puasa ramadhan ini diwajibkan bagi setiap muslim, berakal, sudah baligh, dalam keadaan sehat dan dalam keadaan mukim.

Pada edisi kali ini, buletin At Tauhid akan mengangkat beberapa hal yang berkaitan dengan hukum puasa Ramadhan. Semoga bermanfaat.

Syarat Sah dan Rukun Puasa

Syarat sahnya puasa ada dua, yaitu:[1] (1) Dalam keadaan suci dari haidh dan nifas. (2) Berniat.

Niat merupakan syarat sah puasa karena puasa adalah ibadah sedangkan ibadah tidaklah sah kecuali dengan niat sebagaimana ibadah yang lain. Dalil dari hal ini adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya setiap amal itu tergantung dari niatnya.”[2]

read more »

July 29, 2010

UJIAN DARI ALLAH DAN CARA MENGATASINYA

Oleh: Ustadz Abu Ahmad Said Yai

{لَتُبْلَوُنَّ فِي أَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا أَذًى كَثِيرًا وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ}

Artinya: “Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.”[1] (QS Âli ‘Imrân : 186)

Tafsir Ringkas

Syaikh ‘Abdurrahman As-Sa’di berkata, “Allah ta’âla mengabarkan dan mengatakan kepada orang-orang mukmin bahwa mereka akan diuji pada harta mereka dengan mengeluarkan nafkah-nafkah yang wajib dan juga yang sunnah serta dengan kehilangan harta mereka untuk (beribadah/berjuang) di jalan Allah. (Mereka juga akan diuji) pada diri-diri mereka dengan berbagai hal yang berat yang dibebankan oleh banyak manusia.
(Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati) berupa celaan terhadap diri-diri, agama, Kitab dan Rasul kalian…Oleh karena itu, Allah berkata, ‘(Jika kamu bersabar dan bertakwa)‘ maknanya adalah jika kalian bersabar atas apa-apa yang kalian dapatkan pada harta dan diri kalian berupa ujian, cobaan dan gangguan dari orang-orang yang zolim, serta kalian dapat bertakwa kepada Allah di dalam kesabaran itu dengan meniatkannya untuk mengharap wajah Allah dan mendekatkan diri kepada-Nya, dan kalian tidak melampaui batas kesabaran yang ditentukan oleh syariat yang mana pada saat itu tidak dihalalkan menghadapinya hanya dengan kesabaran, tetapi harus dengan membalas perlakuan musuh-musuh Allah. (Maka Sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan) artinya itu termasuk urusan yang harus didahulukan dan saling berlomba-lomba untuk meraihnya. Tidaklah ada yang diberi taufik untuk dapat melakukan hal ini kecuali orang-orang yang memiliki tekad kuat dan semangat tinggi sebagaimana firman Allah ta’âla, (artinya): ‘Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.’[2].”[3]

read more »